Masih ada hari esok ..

Butuh satu jam untuk mengenal seseorang , satu hari untuk jatuh cinta , namun untuk melupakannya bias jadi butuh seumur hidup.

Pagi belum beranjak siang , namun langit diatas kota Jakarta kelabu tua , mendung menyelimutinya . hujan turun rintik – rintik . air yang jatuh dari atas langit bagai jutaan jarum lembut , membasahi genting dedaunan , lalu mengalir sepanjang jalan menuju selokan .

Hari ini adalah hari keempat belas aisyah berasa dirumah sakit . setelah dioperasi pada hari pertama dan beristirahat total selama hamper dua minggu , dia akhirnya diperbolehkan pulang . luka – luka di kakinya sudah mengering . semua barang – barang aisyah juga sudah dimasukkan ke mobil .

Gadis itu mencoba berdiri meski dengan bantuan tongkat .

“ pagi , dok !” sapanya begitu melihat dokter yang ikut membantu perawatannya sedang berbicara dengan seorang suster di pintu kamar .

Dokter muda itu memandangnya sejenak , lalu membalas sapaannya .

“sudah mau pulang?”

“ Ya , Dokter . saya juga mau pamit “

“ Baiklah, aisyah , satu saja pesan saya , hidup harus berjalan terus . kamu tetap kuat dan tabah ya !!!, selain itu juga kamu harus berusaha menjaga kondisi badan , mulailah berlatih berjalan setahap demi setahap .

Aisyah mengangguk .” Terima kasih Dokter atas bantuan dan telah mensupport saya “

Lalu dibantu papa dan mamanya, gadis itu masuk ke dalam mobil , semenit kemudian , mobil sedan yang membawanya telah melaju jalan .

Aisyah beralih ketepi jendela mobilnya , hujan masih menyisakan rintiknya , dia teringat kembali tentang Ridho , pria yang sangat dicintainya , yang dulu pernh menemaninya merenda hari , sampai detik ini Aisyah belum mampu melupakannya . padahal cukup hitungan waktu untuk mengenang kehangatan dan cinta ridhi kepadanya . kecelakaan mobil telah membawa pria itu tidur lelap ditemani kedamaian , sementara aisyah terpuruk dalam kesendiriannya kini .

Memang , tak seorang pun dapat menduga kapan musibah itu datang . semuanya terjadi begitu cepat . Aisyah sama sekali tidak pernah menyangka , malam itu adalah malam terakhir dia bersama Ridho . Pria itu mengajaknya dinner seminggu menjelang keberangkatannya untuk melanjutkan sekolah ke negeri paman sam .

“ Jika rentang waktu satu tahun ada 365 hari , maka berapa kali matahari terbenam yang akan kita lewatkan hingga kita bertemu lagi ?”

“ Aku gat tau dho.” Aisyah menatap kosong. Dia bahkan belum menyentuh potongan steak-nya yang terhidang di meja .

“ Suatu hari nanti , aku ingin kita bias menikmati matahari terbit bersama – sama . begitu terus setiap hari “ Ridho menggenggam jemari Aisyah lembut . mencoba memberi keyakinan pada gadis itu.

Tapi nyatanya , apa yang terjadi sungguh ironis .

Aisyah masih ingat betul , dalam perjalanan pulang Ridho membanting setir mobilnya ke kanan guna menghindari tabrakan dengan mobil depan yang mengerem mendadak . namun bukannya terhindar dari maut , tiba-tiba malah muncul mobil dari arah sebaliknya menbarak mereka .

Mobil ridho yang ringsek berat menjadi saksi bisu betapa kecelakaan itu demikian parah dan tak menyisakan ampun . saat keduanya tak sadarkan diri di rumah sakit , cowok itu sudah mendahului menghembuskan nafas terakhirnya . Aisyah beruntung masih bisa selamat , dia hanya menderita patah di bagian kaki yang ringan dan beberapa luka gores .

**

Satu tahun lebih berlalu ..

Tak mudah memang bagi Aisyah menjalani hari dengan trauma yang masih membekas . tak seorang pun juga begitu ambil pusing dengan sikapnya yang menjadi tertutup dan cenderung pendiam . Ya , terkecuali Raihan .

Kring ! Begitu bel sekolah berbunyi , Astri bergegas meninggalkan ruangan kelas. Rasanya ingin cepat – cepat pulang karena begitu banyak yang harus dikerjakannya di rumah siang ini .

“Aisyah , tunggu ! aku mau bicara “

Aisyah memperlambat langkahnya sambil menoleh kea rah suara yang memanggil namanya . tampak raihan berlari  lari kecil kearahnya . sedikit terengah begitu berhasil menjejeri langkahnya.

“ aku ngak punya banyak waktu waktu , Aisyah lantas memotong seraya membalikkan tubuhnya.

“please, aku Cuma mau nanya ? , boleh nggak aku ke rumah kamu malam minggu ini ?” imbuh raihan sambil tersenyum kikuk .

“ kenapa? Beberapa jam aja nggak lihat aku bikin kamu kangen , ya ?” tatapan mata aisyah melunak

“ jadi boleh ya aku main kerumah kamu?”

“siapa yang bilang boleh?” aisyah mendelik .” aku sibuk”!!

“ sibuk ?? emang kamu mulai bisnis apa ?”

Aisyah tertawa kecil , raihan seorang murid baru pindahan dari Jakarta teman masa kecil ridho seorang pria  yang baik selalu mengingatkannya pada ridho. Tubuhnya yang tinggi menjulang, kulitnya yang putih serta senyum baby face-nya seolah menjelma pada diri raihan , hanya saja ..

Aisyah menarik nafas dalam – dalam , “ pokoknya nggak boleh , kecuali .. “

“ kecuali apa ?”

“ kecuali kamu bisa mempertemukan aku dengan ridho ,” tantang gadis itu

Raihan terperangah . permintaan itu terasa janggal . bagaimana mungkin mempertemukan orang yang masih hidup dengan orang yang sudah meninggal ? aisyah mengada – ada

Dan itu menjadi beban batinnya . ternyata . menyadarkan seseorang yang terbelenggu cinta tak semudah yang dibayangkan. Sayang raihan sudah terburu kebius oleh pesona aisyah .

Sejak perkenalan pertama beberapa tahun silam , ketika raihan dan ridho sedang berjalan – jalan di suatu mall , dan kemudian setelah perkenalan itu raihan pun sudah jatuh hati pada pesona aisyah seorang gadis manis yang mengenakan jilbab berwarna jingga , ketika itu juga ridho mengalami hal yang sama dengan raihan , namun raihan memutuskan untuk pindah sekolah ke Jakarta mengikuti kedua orang tuanya , dan tinggallah aisyah yang akhirnya menjadi milik ridho.

Kalauun saat itu dia memutuskan untuk mundur , itu semata karena raihan yakin ridho data membahagiakan gadis yang sedikit manja itu . perkiraannya tidak meleset , semuanya berlangsung baik – baik saja , sampai tiba – tiba kabar buruk itu diterima , ridho meninggal akibat kecelakaan mobil . sejak saat itu raihan memutuskan untuk pindah kembali ke kota dimana mereka bertemu , raihan yang lebih muda usianya memang lebih muda daripada Kevin selisih 2 tahun , melanjutkan sekolahnya dimana aisyah juga bersekolah disitu dan sejak saat itu raihan lah yang selalu memperhatikan aisyah tanpa aisyah sadari .

**

Aisyah selalu memeluk dan menggenggam sebuah boneka dan foto ridho dengannya . hadiah dari ridho di hari jadi mereka pacaran.

“ aku akan ngasih kamu boneka beruang ini di setiap tahun hari jadi kita , sampai meja belajar kamu penuh “ ujar ridho

Aisyah mengenang hal itu dengan pahit . hari ini seharusnya hari jadi mereka yang ketiga , kalau ridho masih ada tentunya. Betapa aisyah sangat merindukan seyuman , canda serta tawa dan perhatian bahkan omelan pria itu saat dia lupa sarapan pagi dan selalu tidak memakai kaos kaki saat pergi kesekolah . sudah setahun pula aisyah terus menyalahkan dirinya atas kecelakaan yang menimpa ridho. Andai saja saat itu dia tidak menggangu kosentrasi ridho menyetir dengan mengajaknya ngobrol . andai dinner itu tidak pernah ada . ah , andai …

Sebuah ketukan di pintu membangunkan lamunannya .

“ aisyah , ada temanmu yang datang !!

“ iyah , mah ..” aisyah buru – buru menyusut  air matanya .

Saat melihat ternyata raihan yang datang , “ ngapaiin lagi raihan kesini ? bukannya aku bilang aku sibuk …!!!

Di ruang tamu , aisyah melihat pria itu sedang duduk terpekur menatap lantai . wajahnya langsung sumringah begitu melihat dirinya .

“Hai”!! sapa raihan spontan. Aisyah hanya bisa diam mematung di ujung meja , raihan kelihatan begitu lembut malam ini , dan dia begitu tampan dengan kemeja putihnya itu.

“ malam minggu nggak keluar?” Tanya cowok itu lagi

Aisyah menggeleng . “ mana ada yang mau ngajak cwewk kuper lagi berantakan kayak aku kencan di malam minggu . “

“ kamu serius ? aku mau “ !!

Aisyah tersenyum simpul , pria dihadapnnya ini , tak putus – putusnya menhibur dirinya sejak kepergian ridho , aisyah tidak buta , dia sadar perhatian raihan selama ini .

“ tapi kamu belum mengabulkan permintaanku, kamu belum mempertemukan aku dengan ridho ,” aisyah mengingatkan

‘ aisyah .. kamu tahu sendiri kan hal itu nggak mungkin ,” sahut raihan

“ Terserah “

“ sampai kapan kamu mau terus mengurung diri , as ? aku yakin ridho juga nggak suka melihat kamu kaya gini ,” suara raihan terdengar lembut tapi tegas

“kalo nggak suka , kamu boleh kok nggak peduli “ jawab aisyah dingin

“aku peduli , karena aku sayang sama kamu” jawab  raihan gemas

“ maafin aku , raihan . tapi ridho tetap ada dihatiku ,” jawab aisyah setengah terbata , ridho , kamu dimana ? berilah aku suatu pertanda kalo kamu juga nggak pernah melupakan aku , bisiknya

“ jangan berburuk sangka dulu , aku nggak pernah meminta kamu untuk melupakan ridho , aisyah , aku Cuma mau kamu membuka diri bagi orang – orang disekitarmu . kan kamu sendiri yang bilang , kita harus menghargai waktu yang ada bersama orang – orang yang kita sayangi . dan aku menghargai waktu yang aku punya bersama kamu .!!

Aisyah terpana mendengar ucapan raihan , ada rasa haru menyeruak di hatinya .

“ aku suka sama kamu sejak dulu aisyah, sejak kita pertama kali berkenalan . aku mau kamu kembali ceria kayak dulu lagi ,” pinta raihan sambil tersenyum manis

“ terima kasih , raihan . tapi aku ..

Raihan mengeluarkan sesuatu yang disembunyikan sejak tadi , astaga ! sebuah boneka beruang kecil . antara percaya dan tidak percaya , aisyah menatap takjub saat tangan raihan terulur padanya.

“ Tadi sebelum kesini , aku melihat boneka ini . lalu aku berfikir untuk untuk membelikan kamu karena setahuku kamu menyukai pernak pernik beruang . sebuah awal yang bagus bukan ? jadi dikamar kamu nggak selalu ada koleksi baarang – barang dari ridho . “ lagi – lagi senyum tulus mengembang di wajah cowok itu .

Aisyah menerimanya dengan hati berdebar .

**

Angin malam menerpa ketika aisyah membuka jendela kamarnya . seakan jilbab yang dikenakan tersibak . antara suka dan lara bergayut di hatinya . aisyah memandang boneka beruang kecil pemberian raihan ditangannya , lalu aisyah menatap ke atas , menembus kelamnya langit di malam hari

Aisyah tersenyum tipis . dipejamkannya mata . alangkah terasa kehadiran ridho disisinya . entah kenapa kedamaian tiba – tiba menyelimutinya .

“ Ridho “ gumamnya lirih ,” aku nggak akan pernah melupakanmu meskipun aku kini sudah menerima uluran tangan raihan untuk mengisi kekosongan hati ini , yang akan menemaniku melangkah di lembaran baru .

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan ditempatmu yang baru .

Angin kembali kembali berdesir , aisyah membiarkan jendelanya tetap terbuka

Sementara dari atas sana , betapa seorang yang berpakaian seputih kapas itu tersenyum dan tampak melambai hangat kepadanya dari atas sana . Raihan J

When tomorrow stars without me ,

And I’m not there to see

I wish so much you wouldn’t cry,

The way you did today

I know how much you love me

As much as I love you

When tomorrow stars without me

Please try to understand

That my place was ready

In heaven for above

But don’t think we’re far apart

For every time you think of me

I’m right here , in your heart

One response to “Masih ada hari esok ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s