R O K O K ..

Rokok sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Tak kenal waktu dan tak kenal tempat, jutaan orang mengisap rokok setiap harinya

“Nikmat” Nikotin Bagi Perokok
Nikotin yang terkandung dalam rokok adalah zat yang sangat berbahaya karena mempunyai efek ketergantungan setara seperti efek ketergantungan alkohol dan kokain. Hal ini karena di otak, nikotin menempati pusat sistem “reward” yang sama dengan amphetamine dan kokain, yaitu di ventral tegmental sistem dopamin.

Nikotin dalam rokok memberikan efek stimulasi otak seperti memperbaiki perhatian, belajar, waktu reaksi seseorang, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Perokok juga sering mengtakan bahwa merokok memperbaiki suasana perasaan mereka, mengurangi tekanan dan mengurangi perasaan depresif. Beberapa wanita menyukai rokok di antaranya kerena dapat menekan nafsu makan dan mengurangi berat badan.
Hal inilah yang membuat ketika seseorang sudah mulai mengisap rokok maka kemungkinan besar dia akan sulit lepas dari ketergantungan itu. Apalagi bila ditambah dengan lingkungan sosial yang mendukung perilaku merokok seperti teman, orang tua yang merokok dan iklan rokok yang sangat kuat mendukung perilaku ini.

“Bahaya Nikotin Bagi Perokok”
Semua orang yang merokok pasti tau bahayanya merokok. Dalam setiap kemasan dan iklan rokok, bahaya rokok selalu di cantumkan. Rokok meningkatkan resiko kanker, terutama kanker paru pada seseorang. Rokok juga memiliki kontribusi terhadap gangguan jantung dan pembuluh darah pengisapnya.

Rokok juga meningkatkan terjadinya angka kesakitan pasien di usia lanjut yang berhubungan dengan kesehatan paru-parunya. Bagi wanita hamil, rokok berbahaya bagi janin yang terkandung di dalam perutnya. Bayi lahir rendah merupakan salah satu hal yang sering dikaitkan dengan ibu yang merokok selama kehamilan.

Salah satu yang menarik walau di berbagai kesempatan iklan rokok selalu menampilkan kejantanan seorang pria, tapi rokok sendiri berperan terhadap menurunnya kejantanan itu. Impotensi merupakan bahaya merokok yang sering dituliskan, bahkan pada peringatan pemerintah terhadap bahaya merokok. Kenyataannya masih banyak laki-laki yang tidak segan-segan merokok sampai beberapa puluh batang sehari.

“Rokok dan Gangguan Kesehatan Jiwa”
Pasien-pasien gangguan kesehatan jiwa merupakan salah satu populasi tertinggi berhubungan dengan ketergantungan terhadap nikotin. Sekitar 50% pasien rawat jalan di klinik pskiater diketahui merokok sehari-harinya.

Sembilan puluh persen pasien Skizofrenia juga merokok dan 70% dengan gangguan bipolar juga merokok dalam kehidupan sehari-harinya. Rokok juga erat dengan penggunaan zat adikyiflainnya,dikatakan hampir 70% pengguna zat adiktif (alkohol, amfetamin, kokain dll) juga merokok.

Data mengatakan bahwa pasien dengan gangguan depresi dan gangguan cemas lebih sulit berhasil untuk berhanti merokok dari pada yang tidak. pasien skizofrenia banyak yang merokok karena nikotin dalam rokok membantu pasien untuk mengurangi kepekaan mereka yang terlalu terhadap stimulus dari luar. Rokok juga bagi pasien skizofrenia meningkatkan konsentrasinya sehingga membuat mereka sulit lepas dari rokok.

 

Asap rokok mencemari udara segar. Tetapi para perokok banyak berkilah: asap pabrik dan knalpot kendaraan lebih merusak. memang benar asap pabrik dan knalpot kendaraan lebih besar menyumbang untuk global warming.

 

Tapi pernahkah anda berada dalam satu ruangan dengan orang yang sedang merokok? Ketika mereka dalam “kenikmatan”, kita yang tersiksa karena asap rokok yang mereka hembuskan.
Merokok seperti halnya uang logam / koin, selalu terdiri dari dua sisi. Ada sisi positif dan negatif, untung-rugi, kelebihan-kekurangan, baik-buruk, dsb.

 

1.Pendapatan

Penghasilan Tidak dipungkiri lagi bahwa rokok memberikan pendapatan negara yang cukup besar. Jika pajak negara yang hanya berkisar sekian persen dari cukai rokok mencapai ratusan milyar atau trilyunan rupiah. Lantas berapa besar uang yang bergerak di bisnis rokok? Lihat saja keluarga pemilik pabrik rokok seperti Sampoerna yang masih masuk daftar konglomerat. Makanya pemerintah pun segan mengutak-atik bisnis ini karena ada pendapatan negara yang cukup lumayan dan juga melibatkan begitu banyak orang hingga ratusan ribu orang. Singkatnya, untung buat pemerintah dan penjual, rugi untuk pembeli rokok karena pajak cukai tembakau yang semakin tinggi.

 

2.Kesehatan
Semakin banyak perokok setara dengan semakin menurunnya kesehatan masyarakat, baik perokok aktif maupun perokok pasif. sejalan dengan itu, kesehatan untuk penyakit yang berkaitan dengan rokok pun menjadi bisnis yang menjanjikan. Dokter spesialis, alat kedokteran, bahkan rumah sakit khusus pun mulai bermunculan untuk mengatasi masalah penyakit yang berkaitan dengan rokok.

 

Mengapa orang merokok ?
1.Faktor genetik ( Keturunan).
2. Faktor kepribadian (personality) =Memandang diri kurang sukses
3. Faktor Sosial: Yang paling berpengaruh adalah jumlah temanteman yang merokok.
4. Faktor kejiwaan (psikodinamik). Kehilangan kenikmatan oral yang dini atau adanya suatu rasa rendah diri. Mereka yang mudah berhenti merokok ternyata disapih pada usia sekitar 7-8 bulan, sedangkan yang sukar berhenti, dahulu disapih pada usia sekitar 4,7 bulan.
5 Faktor sensorimotorik. = Menikmati sensasi merokok.
6. Faktor farmakologis. Nikotinlah yang menjadi biang keladi utamanya

Bagaimana Potret Kita,……
Dalam sepuluh tahun terakhir, konsumsi rokok di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 44,1% dan jumlah perokok mencapai 70% penduduk Indonesia. Yang lebih menyedihkan lagi, 60% di antara rokok
adalah kelompok berpenghasilan rendah (Susenas 1995 dan 2001).
Parahnya lagi, hampir seluruh perokok atau 91,8%, mereka juga merokok di rumah ketika seluruh anggota keluarganya berada di rumah..

Konsumsi rokok Indonesia setiap tahun mencapai 199 miliar batang rokok atau urutan kelima setelah RRC (1.679 miliar batang), AS (480 miliar), Jepang (230 miliar), dan Rusia (230 miliar).

Apa dampak merokok dalam hal sosial dan ekonomi bagi Perempuan dan anak?

43 Juta Anak Hidup dengan Perokok :
tiga dari 10 pelajar yang telah merokok ternyata pertama kali mencoba rokok di bawah usia 10 tahun . “Konsumsi tembakau atau rokok tercatat membunuh 1 orang setiap detik, dan rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok, dan separuh perokok mati pada usia 35-69 tahun, ” jelas (Menkes).
Hampir 90% wanita muda Indonesia Perokok. Riset terbaru mengungkapkan 88,78% dari 3.040 pelajar SMP putri
hingga mahasiswi (13-25 tahun) Indonesia merokok. (Riset tersebut dilakukan KuIS, The Tobacco Control Research Program of  Southeast Asia Tobacco Alliance (SEATCA) dan Rockefeller Foundation)

Dampak Ekonomi dan Sosial Merokok………

Sementara itu, menurut analisis Soewarta Kosen (ahli ekonomi kesehatan Litbang Departemen kesehatan), total tahun produktif yang hilang karena penyakit yang terkait dengan tembakau di Indonesia pada 2005 adalah 5.411.904 disability adjusted life year (DALYs). Jika dihitung dengan pendapatan per kapita per tahun pada 2005 sebesar US$ 900, total biaya yang hilang US$ 4.870.713.600.

Dari segi ekonomi, rokok memang memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemasukan negara. Tiap tahunnya, pemerintah mendapat masukan dari pos penerimaan cukai rokok dan minuman keras tak kurang dari sebesar Rp 27 triliun. Angka ini menyumbang 98% penerimaan cukai negara sehingga urusan kesehatan serta menyelamatkan anak negeri sering tergilas oleh setoran puluhan triliun rupiah tersebut.
“91 persen mendukung usulan agar Indonesia meratifikasi Kerangka Konvensi Pengendalian Tembakau. Dukungan yang tinggi diberikan juga terhadap pelarangan iklan rokok (88%), peningkatan cukai rokok (88%), serta pelarangan merokok di tempat kerja (86%) dan 77% mengatakan bahwa konsumsi rokok di Indonesia sudah sampai pada tingkat mengkhawatirkan. Walaupun Potret kita jelek, dampak yang ditimbulkan sangat mengkawatirkan namun Indonesia belum memiliki perangkat undang-undang dan belum meratifikasi konvensi internasional tentang pengendalian tembakau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s